Tampilkan postingan dengan label update peluang usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label update peluang usaha. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2016

informasi peluang agribisnis indonesia, dan menagkap peluang usaha

Assalamu’alaikum wr.wb
Menurut Mario Teguh, tak ada peluang bisnis yang salah  yang kemudian menjadikan bisnis tersebut gagal adalah karena peluang bisnisnya  ternyata tidak sesuai dengan pasar atau pribadi yang menjalankannya. Banyak pengusaha yang kurang tepat memulai bisnisnya karenabelum memahami karakter bisnis yang sesuai dengan kekuatan karakter atau kepribadiannya
agribisnis pertanian, info agribisnis, agribisnis, peluang agribisnis

Maka dari itu saya kembali lagi ingin berbagi ilmu bagi teman-teman yang sedang akan melakukan bisnis atau usah, nah saya akan memberikan ilmu saya mengenai peluang pengembangan usaha agribisnis dalam menghadapi era global Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) langsung saja kita lihat perkembangan agribisnis diindonesia :
Banyak orang yang berpikir pertanian adalah sesuatu hal yang biasa ya teman-teman, tapi sebenarnya pertanian adalah sesuatu hal yang sangat besar, mengapa pertanian merupakan sesuatu yang sangat besar ? itu karena pertanian tidak akan pernah mati, selama manusia itu masih ada. Mungkin, sekarang ini pertanian di pandang sebelah mata, karena pertanian identik dengan bercocok tanam, padahal, cakupan pertanian sangat luas.  Dan sekarang banyak lahan yang telah beralih fungsi, dimana, dahulu lahan pesawahan digunakan untuk bercocok tanam, tapi sekarang malah berdiri bangunan-bangunan yang besar-besar. manusia yang semakin banyak, sedangkan lahan semakin sempit, ini adalah peluang yang sangat besar bagi orang-orang yang berpikir jauh ke depan. Apa yang akan terjadi pada manusia di masa yang akan datang ?  dan apa yang akan terjadi pada manusia? apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan anak cucu nanti ? itu semua adalah PR bagi kita ! yang entah bagaimana cara menyelesaikannya, nah mari kita cermati ini yaa(“_”)
dari Sudut pandang Agribisnis Secara umum agribisnis dapat dipandang dari dua segi, yaitu agribisnis sebagai suatu sistem dan agribisnis sebagai suatu bidang usaha (perusahaan pertanian).

Agribisnis Sebagai Suatu Sistem
Pada dasarnya sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan unsur-unsur (subsistem-subsistem) yang saling berhubungan melalui berbagai bentuk interaksi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang tedrtentu. Karakteristik atau ciri-ciri suatu sistem adalah sebagai berikut :
1. Terdiri atas unsur-unsur/komponen-komponen/subsistem-subsistem yang membentuk satu kesatuan (totalitas) sistem .
2. Adanya tujuan dan saling ketergantungan antara subsistem dengan subsistem yang lainnya.
3. Adanya interaksi antar subsistem.
4. Mengandung mekanisme, kadang-kadang disebut juga sebagai transformasi (dalam sistem produksi misalnya mengubah input menjadi output)
5. Ada lingkungan yang mengakibatkan dinamika sistem (cuaca, lingkungan ekonomi, sosial-budaya, hukum dan politik, perkembangan teknologi, persaingan, kekuatan eksternal lainnya)

Pengertian agribisnis sebagai suatu sistem dikemukakan oleh pencetus agribisnis, yaitu Davis dan Goldberg (1957) sebagai berikut :

"Agribusiness is the sum total of all operations involved in the manufacture and distribution of farm supplies; production activities on the farm; and the storage, processing and distribution of farm comodities and items made form them" (Agribisnis adalah jumlah total dari seluruh kegiatan yang melibatkan pembuatan dan penyaluran sarana usahatani; kegiatan produksi di unit usahatani; penyimpanan, pengolahan dan distribusi komoditas usahatani dan berbagai produk yang dibuat darinya).
Adjid,DA (2001) mengemukakan bahwa agribisnis konsep dari suatu system yang integrative yang terdiri dari beberapa subsistem, yaitu (1) subsitem pengadaan sarana produksi pertanian (Agroinput), (2) subsistem produksi pertanian (Agro product), (3) subsistem pengolahan dan industri hasil pertanian (agroindustry), (4) subsistem pemasaran hasil pertanian (agromarketing), dan (5) subsistem kelembagaan penunjang kegiatan pertanian (agro supporting).

Subsistem kedua merupakan on-farm agribusiness, sedangkan subsistem yang lain merupakan off-fram agribusiness.
Sedangkan subsistem agribisnis adalah bagian dari sistem agribisnis di mana suatu usaha terkait atau terpengaruh langsung maupun tidak langsung dengan suatu proses produksi biologis
Contoh : Sistem Agribisnis Kedelai 
     Sistem ini terdiri atas .
1. Subsistem pasukan input untuk budidaya di tingkat usahatani kedelai, misalnya
a. produsen atau pemasok barang berupa pupuk, pestisida, benih kedelai, alat dan mesin pertanian,
b. produsen atau penyedia jasa seperti perdagangan, kredit, tenaga kerja (SDM) dan sebagainya
Berikut ini akan dibahas secara singkat masing-masing subsistem agribisnis ini dan para pelakunya mulai dari subsistem agribisnis hulu sampai dengan subsistem agribisnis hilir.
  1. Subsistem Pasokan Input (Agro-input).
Subsistem pasokan input atau sektor masukan ini adalah mewadahi semua pengusaha, baik skala kecil, menengah maupun besar yang menyediakan atau memasok input bagi para petani di subsistem usahatani (on-farm atau agro-production). Mereka adalah para pemasok benih/bibit tanaman, ternak dan ikan; produsen pupuk, pestisida, makanan ternak/ikan, alat dan mesin pertanian, vaksin hewan, bahan bakar; para pemasok tenaga kerja (hewan dan manusia) dan sektor pembiayaan misalnya Bank Pertanian, koperasi kredit, dan sebagainya. Subsistem pemasok input mempunyai peranan penting dalam meningkatkan efisiensi usahatani (penggunaan mesin¬-mesin pertanian yang dapat menghemat pemakaian tenaga kerja manusia, terutama di daerah kekurangan penduduk) dan produktivitas hasil (penggunaan bibit unggul dan pupuk buatan), serta perluasan usahatani (melalui peminjaman modal dari lembaga pembiayaan usahatani)

Subsistem Usahatani (Agro-Production), Ini adalah sektor pusat (inti) dalam agribisnis. Apabila ukuran, tingkat output, dan efisiensi sektor ini meningkat pesat, sektor lain (off-farm) juga akan ikut berkembang baik. Baik buruknya keadaan sektor ini akan berdampak langsung terhadap situasi keuangan sektor hulu (sektor input) dan sektor hilir (pengolahan dan distribusi/pemasaran). Di Indonesia subsistem ini barangkali yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Di sini berhimpun jutaan petani kecil/gurem, ribuan petani menengah dan ratusan petani skala besar. Di Indonesia tugas untuk memajukan subsistem ini berada di bawah tanggung jawab beberapa departemen yaitu: Departemen Pertanian (komoditas pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan), Departemen Kehutanan (tanaman hutan, lebah madu) dan Departemen Kelautan dan Perikanan (hasil laut dan ikan). Dalam sistem agribisnis, subsistem inilah barangkali yang kinerjanya belum begitu memuaskan (bahkan mungkin yang paling rendah) dibandingkan tiga subsistem yang lainnya.

3. Subsistem Pasca Panen dan Pengolahan (Agro-Industry). Sektor ini bertanggung jawab atas pengubahan bentuk bahan baku yang dihasilkan sektor usahatani menjadi produk konsumsi akhir pada tingkat pengecer. Di AS inilah sektor terbesar di antara subsistem yang lainnya. Di Indonesia sektor ini mungkin nomor dua terbesar, setelah sektor usahatani. Sektor ini rnenghasilkan nilai tambah paling besar dibandingkan subsistem lainnya. lndustri pangan olahan, jamu dan kosmetika, serta industri tekstil di Indonesia banyak dikuasai dan dikendalikan oleh beberapa perusahaan besar baik perusahaan domestik maupun perusahaan asing/multinasional. Karena menghasilkan nilai tambah terbesar maka sektor ini diyakini dapat menjadi sektor penarik bagi sektor usahatani. Maka prioritas pengembangan sektor industri di Indonesia pada saat ini kiranya lebih tepat pada pembenahan sektor agroindustri ini, bukan pada sektor industri hi-tech seperti pesawat terbang, elektronika dan semacamnva.

4. Subsistem Distribusi dan Pemasaran. Distribusi dan pemasaran produk agribisnis yang efisien perlu diciptakan. Para pelaku di sektor distribusi dan pemasaran melibatkan para pedagang besar dan pedagang eceran. Para pedagang besar produk primer membeli produk dari pedagang pengumpul atau langsung dari para petani dan menjualnya kembali kepada para pedagang eceran atau kepada perusahaan agroindustri. Untuk pemasaran produk-produk olahan banyak melibatkan para pedagang besar dan ribuan atau bahkan jutaan pedagang eceran di Indonesia usaha di sektor distribusi ini banyak menyediakan lapangan kerja. khususnya bagi pekerja informal (pedagang kaki lima, pedagang asongan, warung-warung kecil). Akhir-akhir ini industri eceran pangan cenderung mengarah pada toko yang makin besar dan menawarkan lebih banyak ruang peragaan yang tentu menampung lebih banyak jenis produk. Produk pangan segar dan olahan banyak dijua! di toko serba ada atau superstorer (TOSERBA) dan berbagai toko swalayan. Perusahaan pertokoan modern yang berqerak di sektor eceran ini misalnya HERO SUPERMARKET. TOSERBA YOGYA TOSERBA MATAHARI. INDOMARET dan sebagainya. Kecenderungan ini pada sisi lain banyak mematikan pedagang-pedagang kecil atau para pedagang di pasar tradisiona. Pertokoan modern ini membentuk mata rantai pertokoan (chain¬store) yang didefinisikan sebagai pasar swalayan dengan sabelas toko atau lebih di bawah naungan satu manajemen pusat. Toko semacam ini cenderung menawarkan harga yang lebih rendah
dan berusaha semakin tanggap terhadap kebutuhan konsumen

Subsistem Jasa Pendukung. Komponen-komponen dari subsistem ini meliputi antara lain jasa-jasa: penelitian dan pengembangan (litbang) pendidikan dan pelatihan (diklat), jasa penyuluhan, keuangan dan transportasi. Penyediaan berbagai jasa
ini diperlukan untuk membuat sistem agribisnis tersebut lengkap dan bekerja baik. Di Indonesia pemerintah memiliki jasa-jasa yang disebutkan tersebut sehingga pemerintah dapat berfungsi dan bertindak sebagai koordinator system. Kegiatan litbang menghasilkan output berupa rakitan teknologi pertanian benih/bibit unggul, masukan kebijakan dan sebagainya yang diperlukan oleh para pelaku agribisnis.
Agribisnis Sebagai Bidang Usaha
Selanjutnya agribisnis juga dapat dipandang sebagai suatu bidang usaha (perusahaan). Perusahaan agribisnis adalah suatu institusi atau organisasi bisnis yang berusaha di dalam salah satu subsistem, beberapa subsistem atau secara terpadu total di dalam sistem agribisnis yang dikelola dengan keterampilan manajerial yang baik untuk meraih keuntungan, materiil maupun moril Menurut Waspada,I.(2004) pada dasarnya ide dan peluang dapat tumbuh di mana saja, kapan saja oleh siapa saja. Semakin banyak ide yang muncul semakin kreatif manusia meraih peluang. Semakin luas peluang semakin banyak pelaku usaha dapat meraih keberhasilan.  Peluang suatu bisnis dapat berasal dari:Ilham,Proses belajar: diskusi ,Proses berlatih,Pengalaman,Keterpaksaan dan kondisi krisis yang menekan,,
Beberapa contoh:
1. Perusahaan dalam satu subsistem
  • Pabrik pupuk :(PT Pupuk Sriwijaya),
  • Alsintan (PT United Tractor)
  • Petani kacang-kacangan yang bermitra dengan PT Kacang Garuda
  • Pabrik rokok (PT Gudang Garam),
  • Pabrik susu (PT Sari Husada)
  • Eksportir gaplek,
  • Koperasi pemasaran,
  • Pialang komoditas
2.   Perusahaan dalam dua subsistem atau lebih
Perkebunan lengkap dengan pabriknya (PTP Nusantara) untuk teh, karet dan kelapa sawit. Peternakan ayam pedaging, lengkap dengan pabrik pakan dan rumah pemotongan ayamnya.
3.   Perusahaan terpadu (integrasi vertikal)
Kebun nenas, pabrik pengalengan nenas, dan eksportir nenas kalengan
  • Kebun tanaman obat, pabrik jamu, outlet-outlet tempat penjualan jamu milik perusahaan.

Lingkungan Agribisnis
Keberhasilan Agribisnis sebagai suatu system sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan keadaan komponen-komponen yang ada dalam sistem agribisnis tersebut dan factor-faktor lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu sebelum melakukan usaha Agribisnis langkah pertama yang harus dilakukan oleh pelaku Agribisnis adalah mengidentifikasi faktor- faktor apa yang kemungkinan dapat mempengaruhi keberhasilan usaha Agribisnis yang akan dikembangkan pada suatu wilayah tertentu.
 Lingkungan agribisnis digolongkan menjadi dua yaitu : 
a. Lingkungan internal yang meliputi faktor organisasi dan manajemen, faktor pemasaran, faktor teknik dan faktor keuangan.
b. Lingkungan eksternal meliputi politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan demografi

Peluang  Usaha  Berdasarkan  Perencanaan  Agribisnis  Yang  Telah  Disususun


Peluang usaha Agribisnis bisa juga didapatkan dari perencanaan dalam agribisnis. Seperti peluang usaha dalam penyedian jasa keuangan, pemasaran, produksi, persediaan, dan lain-lain.
Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian, Departemen Pertanian (1993) “ perencanaan agribisnis adalah usaha sistematis untuk mencari alternatif-alternatif baru disertai dengan penghitungan konsekuensi finansial terhadap hasil dan biayanya“. Beberapa hal yang penting yang dapat dijadikan sebagai dasar peluang usaha agribisnis yang dapat diketahui dari perencanaan usaha. Contohnya adalah sebagai berikut.
1) Varietas yang akan ditanam, sehubungan dengan produktivitas dan ketahanannya terhadap hama penyakit.
2) Kapan tanam dan kapan panen sehubungan dengan penyediaan irigasi.
3) Pupuk apa, berapa, dan kapan digunakan sehubungan dengan penyediaan pupuk agar petani tidak

Dalam mencermati peluang usaha kita tidak boleh lepas dari apa yang menjadi sasaran agribisnis yang akan dikembangkan. Sasaran agribisnis mencakup:
-  Penguasaan pasar
- Bagaimana kedudukan kita terhadap pesaing
 - Pertumbuhan dan perkembangan
- Berapa dan bagaimana cepatnya pertumbuhan yang seharusnya
 - Profitabilitias
- Apa jenis usaha dan berapa jumlah kemungkinan mendapatkan untung
 - Hubungan dan prestasi kerja karyawan
- Imbalan dan bagian penghasilan apa yang akan diberikan pada karyawan, dan apa yang mereka harapkan
 - Hubungan dengan dan hasil dengan penanam modal
- Seberapa besar bagian pendapatan yang akan diberikan pada para investor
 - Tanggung jawab dan hubungan kemasyarakatan
- Jenis bisnis apa yang dikehendaki masyarakat untuk dikelola oleh perusahaan
 - Sumber daya fisik
- Peralatan, perkakas, dan hal-hal apa saja yang dibutuhkan perusahaan
 - Produk dan inovasi
- Apa saja yang diutamakan dalam produk baru serta penelitian.

Mencari peluang usaha agribisnis dapat dilakukan pada tahap awal pengusaha memulai usaha agribisnis yang meliputi 3 tahapan yaitu :
a. Mencari alternatif-alternatif, yaitu suatu usaha untuk menentukan alternatif-alternatif usaha atau kegiatan yang dapat dilakukan dalam mengembangkan agribisnis. penentuan kemungkinan-kemungkinan usaha ini dilakukan, dialami, dan ditemukan sendiri oleh pengusaha
b. Menghitung rendabilitas dan melakukan analisis saldo usaha, yaitu kegiatan pencatatan data agribisnis atau pembukuan agribisnis sehingga pengusaha dapat menghitung biaya dan hasil, serta dapat menganalisa saldo usaha dari alternatif-alternatif yang ditemukan.
c. Membandingkan situasi baru dengan situasi saat ini. Tahap ini dilakukan dalam usaha menentukan pilihan dari alternatif yang memberikan harapan kenaikan pendapatan dan keuntungan usaha yang paling tinggi. Alternatif itulah yang diberikan prioritas pertama untuk diterapkan
Langkah-langkah kegiatan menenntukan peluang usaha agribisnis terdiri dari:
a. Identifikasi kebutuhan pasar
b. Identifikasi kebutuhan industri hilir
c. Identifikasi jaringan ketersediaan agro input
d. Identifikasi jaringan ketersediaan modal usaha
e. Identifiksasi berbagai  pola usahatani yang memiliki keunggulan komparatif komoditi
f. identifikasi kebutuhan modal
g. Identifikasi kebutuhan tenaga kerja
1. Identifikasi Kebutuhan Pasar

Peluang usaha berdasarkan informasi pasar
Informasi pasar untuk menentukan peluang usaha agribisnis apa yang akan anda lakukan adalah :
- Komoditas apa yang diminta pasar
- Berapa jumlahnya yang diminta
- Bagaimana kualitas yang diminta
- Dimana komoditi tersebut dikonsumsi
- Berapakah harga per satuan yang akan diperoleh
- Apakah harga tersebut sudah layak
Sumber iformasi pasar diperoleh dari grosir, penjaja/ warung kecil, konsumen akhir dan lembaga keuangan, baik pemerintah atau swasta (bank, dan lain-lain)

Peluang usaha agribisnis pada Industri Hilir
Industri hilir adalah kegiatan agroindustri yang merupakan salah satu sub sistem atau mata rantai agribisnis. Agroindustri bertujuan untuk meraih nilai tambah dan diversifikasi vertikal untuk tambahan kegiatan atau rlakuan komoditi setelah panen Bentuk kegiatan agroindustri dapat berupa penyimpanan, pengeringan, pengolahan dan pengangkutan (transportasi)Implementasi agroindustri di pedesaan merupakan pilihan yang tepat karena :
- mendekatkan produsen primer dengan industri, sehingga dapat meminimalkan biaya transportasi
- menciptakan peluang dan kesempatan kerja baru di pedesaan
- membentuk dan mendorong timbulnya nilai baru dalam keseluruhan rangkaian proses agribisnis
- memberikan nilai tambah pada produk primer
- mendorong proses komersialisasi agribisnis di pedesaan

Peluang Usaha Agribisnis pada ketersediaan jaringan agroinput
Berbagai lembaga penyedia agroinput bisa berupa produsen bibit, pupuk, pestisida, dan alsintan beserta grosir dan pengecernya, seperti KUD, Kios, dan sebagainya.
Informasi jaringan ketersediaan agroinput yang perlu dikumpulkan untuk bahan menentukan peluang agribisnis adalah :
- Jenis lembaga penyedia (industri hulu)
- Mutu
- Jumlah/ volume
- Harga
- Waktu ketersediaan

Peluang Usaha Agribisnis pada  ketersediaan modal usaha
Informasi jaringan ketersediaan modal usaha yang perlu dikumpul-kan untuk bahan merencanakan agribisnis adalah :
- Cara mendapatkan uang tunai
- Pihak yang meminjamkan uang untuk modal usaha
- Cara pengambilan pinjaman dan besarnya bunga

Peluang usaha dapat juga diketahui dari cara pengusaha menetapkan pola usahatani yang memiliki unggulan komparatif komoditi. Penyusunan pola usahatani yang memiliki keunggulan komparatif komoditidilakukan setelah memperhitungkan faktor kebutuhan pasar, kebutuhan agroindustri, ketersediaan agroinput, dan ketersediaan modal. Disamping itu perlu diperhatikan tiga tahapan perencanaan agribisnis dan tiga titik tolak perencanaan agribisnis yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk mendapatkan peluang usaha.

Peluang usaha penyediaan modal 
Modal Agribisnis mencakup keseluruhan sarana produksi yang habis pakai, alat produksi tahan lama, dan tanah yang dikuasai. Kebutuhan modal usaha dalam jangka waktu yang berbeda-beda adalah :
- Kebutuhan modal permanen untuk tanah, alat produksi tahan lama, dan habis pakai yang permanen
- Kebutuhan modal jangka panjang (10 tahun) untuk bangunan, dan tanaman tahunan yang berumur panjang
- Kebutuhan modal jangka sedang (1 – 10 tahun) untuk alat, ternak dan tanaman keras yang berumur kurang dari 10 tahun
- Kebutuhan modal jangka pendek ( sampai 1 tahun) untuk tanaman semusim, ikan dan sarana produksi

Peluang usaha penyediaan Tenaga Kerja
Peluang penyediaan tenaga kerja dapat diketahui dengan membagikan kebutuhan tenaga kerja per bulan dengan tersedianya tenaga kerja keluargaatau ketersediaan tenaga kerja saat ini. Sering terjadi pada usaha tani dimana terdapatnya pengangguran tersamar yaitu apabila penyediaan tenaga kerja keluarga tani lebih besar

Itulah sedikit ilmu yang bisa saya share keteman-teman dalam meghadapi perkembangan era MEA semoga nantinya bermanfaat dan dan jangan bosan- bosannya berkunjung ke blog saya ( musbihin8888.blogspot.co.id ) karna saya akan memberikan ilmu secara berkala  saya yang insyaallah bermanfaat bagi teman teman (“_”)

Salam sukses buat kita semua (“_”)...(“_”)