Assalamu’alaikum wr.wb
Menurut
Mario Teguh, tak ada peluang bisnis yang
salah yang kemudian menjadikan bisnis
tersebut gagal adalah karena peluang bisnisnya ternyata tidak sesuai dengan pasar atau
pribadi yang menjalankannya. Banyak pengusaha yang kurang tepat memulai
bisnisnya karenabelum memahami karakter bisnis
yang sesuai dengan kekuatan karakter atau kepribadiannya
Maka dari itu saya kembali lagi ingin berbagi
ilmu bagi teman-teman yang sedang akan melakukan bisnis atau usah, nah saya
akan memberikan ilmu saya mengenai peluang pengembangan usaha agribisnis dalam
menghadapi era global Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) langsung saja kita lihat
perkembangan agribisnis diindonesia :
Banyak orang yang berpikir pertanian adalah
sesuatu hal yang biasa ya teman-teman, tapi sebenarnya pertanian adalah sesuatu
hal yang sangat besar, mengapa pertanian merupakan sesuatu yang sangat besar ?
itu karena pertanian tidak akan pernah mati, selama manusia itu masih ada.
Mungkin, sekarang ini pertanian di pandang sebelah mata, karena pertanian
identik dengan bercocok tanam, padahal, cakupan pertanian sangat luas. Dan sekarang banyak lahan yang telah beralih
fungsi, dimana, dahulu lahan pesawahan digunakan untuk bercocok tanam, tapi
sekarang malah berdiri bangunan-bangunan yang besar-besar. manusia yang semakin
banyak, sedangkan lahan semakin sempit, ini adalah peluang yang sangat besar
bagi orang-orang yang berpikir jauh ke depan. Apa yang akan terjadi pada
manusia di masa yang akan datang ? dan
apa yang akan terjadi pada manusia? apa yang harus kita lakukan untuk
menyelamatkan anak cucu nanti ? itu semua adalah PR bagi kita ! yang entah bagaimana
cara menyelesaikannya, nah mari kita cermati ini yaa(“_”)
dari Sudut pandang
Agribisnis Secara umum agribisnis dapat dipandang dari dua segi, yaitu
agribisnis sebagai suatu sistem dan agribisnis sebagai suatu bidang usaha
(perusahaan pertanian).
Agribisnis Sebagai
Suatu Sistem
Pada dasarnya sistem dapat didefinisikan
sebagai sekumpulan unsur-unsur (subsistem-subsistem) yang saling berhubungan
melalui berbagai bentuk interaksi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan
yang tedrtentu. Karakteristik atau ciri-ciri suatu sistem adalah sebagai
berikut :
1. Terdiri atas
unsur-unsur/komponen-komponen/subsistem-subsistem yang membentuk satu kesatuan
(totalitas) sistem .
2. Adanya tujuan dan saling
ketergantungan antara subsistem dengan subsistem yang lainnya.
3. Adanya interaksi antar
subsistem.
4. Mengandung mekanisme,
kadang-kadang disebut juga sebagai transformasi (dalam sistem produksi misalnya
mengubah input menjadi output)
5. Ada lingkungan yang
mengakibatkan dinamika sistem (cuaca, lingkungan ekonomi, sosial-budaya, hukum
dan politik, perkembangan teknologi, persaingan, kekuatan eksternal lainnya)
Pengertian agribisnis
sebagai suatu sistem dikemukakan oleh pencetus agribisnis, yaitu Davis dan
Goldberg (1957) sebagai berikut :
"Agribusiness is the
sum total of all operations involved in the manufacture and distribution of
farm supplies; production activities on the farm; and the storage, processing
and distribution of farm comodities and items made form them" (Agribisnis
adalah jumlah total dari seluruh kegiatan yang melibatkan pembuatan dan
penyaluran sarana usahatani; kegiatan produksi di unit usahatani; penyimpanan,
pengolahan dan distribusi komoditas usahatani dan berbagai produk yang dibuat
darinya).
Adjid,DA (2001)
mengemukakan bahwa agribisnis konsep dari suatu system yang integrative yang
terdiri dari beberapa subsistem, yaitu (1) subsitem pengadaan sarana produksi
pertanian (Agroinput), (2) subsistem produksi pertanian (Agro product), (3)
subsistem pengolahan dan industri hasil pertanian (agroindustry), (4) subsistem
pemasaran hasil pertanian (agromarketing), dan (5) subsistem kelembagaan
penunjang kegiatan pertanian (agro supporting).
Subsistem kedua merupakan
on-farm agribusiness, sedangkan subsistem yang lain merupakan off-fram
agribusiness.
Sedangkan subsistem
agribisnis adalah bagian dari sistem agribisnis di mana suatu usaha terkait
atau terpengaruh langsung maupun tidak langsung dengan suatu proses produksi
biologis
Contoh : Sistem Agribisnis Kedelai
Sistem ini
terdiri atas .
1. Subsistem pasukan input untuk
budidaya di tingkat usahatani kedelai, misalnya
a. produsen atau pemasok barang berupa pupuk, pestisida, benih kedelai, alat dan mesin pertanian,
b. produsen atau penyedia jasa seperti perdagangan, kredit, tenaga kerja (SDM) dan sebagainya
a. produsen atau pemasok barang berupa pupuk, pestisida, benih kedelai, alat dan mesin pertanian,
b. produsen atau penyedia jasa seperti perdagangan, kredit, tenaga kerja (SDM) dan sebagainya
Berikut ini akan dibahas secara singkat masing-masing
subsistem agribisnis ini dan para pelakunya mulai dari subsistem agribisnis
hulu sampai dengan subsistem agribisnis hilir.
- Subsistem
Pasokan Input (Agro-input).
Subsistem pasokan input
atau sektor masukan ini adalah mewadahi semua pengusaha, baik skala kecil,
menengah maupun besar yang menyediakan atau memasok input bagi para petani di
subsistem usahatani (on-farm atau agro-production). Mereka adalah para pemasok
benih/bibit tanaman, ternak dan ikan; produsen pupuk, pestisida, makanan
ternak/ikan, alat dan mesin pertanian, vaksin hewan, bahan bakar; para pemasok
tenaga kerja (hewan dan manusia) dan sektor pembiayaan misalnya Bank Pertanian,
koperasi kredit, dan sebagainya. Subsistem pemasok input mempunyai peranan
penting dalam meningkatkan efisiensi usahatani (penggunaan mesin¬-mesin
pertanian yang dapat menghemat pemakaian tenaga kerja manusia, terutama di
daerah kekurangan penduduk) dan produktivitas hasil (penggunaan bibit unggul
dan pupuk buatan), serta perluasan usahatani (melalui peminjaman modal dari
lembaga pembiayaan usahatani)
Subsistem Usahatani
(Agro-Production), Ini adalah sektor pusat (inti) dalam agribisnis. Apabila
ukuran, tingkat output, dan efisiensi sektor ini meningkat pesat, sektor lain
(off-farm) juga akan ikut berkembang baik. Baik buruknya keadaan sektor ini
akan berdampak langsung terhadap situasi keuangan sektor hulu (sektor input) dan sektor hilir (pengolahan dan
distribusi/pemasaran). Di Indonesia subsistem ini barangkali yang paling banyak
menyerap tenaga kerja. Di sini berhimpun jutaan petani kecil/gurem, ribuan
petani menengah dan ratusan petani skala besar. Di Indonesia tugas untuk
memajukan subsistem ini berada di bawah tanggung jawab beberapa departemen
yaitu: Departemen Pertanian (komoditas pangan, hortikultura, perkebunan dan
peternakan), Departemen Kehutanan (tanaman hutan, lebah madu) dan Departemen
Kelautan dan Perikanan (hasil laut dan ikan). Dalam sistem agribisnis,
subsistem inilah barangkali yang kinerjanya belum begitu memuaskan (bahkan
mungkin yang paling rendah) dibandingkan tiga subsistem yang lainnya.
3. Subsistem Pasca Panen dan
Pengolahan (Agro-Industry). Sektor ini bertanggung jawab atas pengubahan bentuk
bahan baku yang dihasilkan sektor usahatani menjadi produk konsumsi akhir pada
tingkat pengecer. Di AS inilah sektor terbesar di antara subsistem yang
lainnya. Di Indonesia sektor ini mungkin nomor dua terbesar, setelah sektor
usahatani. Sektor ini rnenghasilkan nilai tambah paling besar dibandingkan
subsistem lainnya. lndustri pangan olahan, jamu dan kosmetika, serta industri
tekstil di Indonesia banyak dikuasai dan dikendalikan oleh beberapa perusahaan
besar baik perusahaan domestik maupun perusahaan asing/multinasional. Karena
menghasilkan nilai tambah terbesar maka sektor ini diyakini dapat menjadi
sektor penarik bagi sektor usahatani. Maka prioritas pengembangan sektor
industri di Indonesia pada saat ini kiranya lebih tepat pada pembenahan sektor
agroindustri ini, bukan pada sektor industri hi-tech seperti pesawat terbang, elektronika dan semacamnva.
4. Subsistem Distribusi dan
Pemasaran. Distribusi dan pemasaran produk agribisnis yang efisien perlu
diciptakan. Para pelaku di sektor distribusi dan pemasaran melibatkan para
pedagang besar dan pedagang eceran. Para pedagang besar produk primer membeli
produk dari pedagang pengumpul atau langsung dari para petani dan menjualnya
kembali kepada para pedagang eceran atau kepada perusahaan agroindustri. Untuk
pemasaran produk-produk olahan banyak melibatkan para pedagang besar dan ribuan
atau bahkan jutaan pedagang eceran di Indonesia usaha di sektor distribusi ini
banyak menyediakan lapangan kerja. khususnya bagi pekerja informal (pedagang
kaki lima, pedagang asongan, warung-warung kecil). Akhir-akhir ini industri
eceran pangan cenderung mengarah pada toko yang makin besar dan menawarkan
lebih banyak ruang peragaan yang tentu menampung lebih banyak jenis produk.
Produk pangan segar dan olahan banyak dijua! di toko serba ada atau superstorer
(TOSERBA) dan berbagai toko swalayan. Perusahaan pertokoan modern yang berqerak
di sektor eceran ini misalnya HERO SUPERMARKET. TOSERBA YOGYA TOSERBA MATAHARI.
INDOMARET dan sebagainya. Kecenderungan ini pada sisi lain banyak
mematikan pedagang-pedagang kecil atau para pedagang di pasar tradisiona. Pertokoan modern ini membentuk mata rantai pertokoan
(chain¬store) yang didefinisikan sebagai pasar swalayan dengan sabelas toko
atau lebih di bawah naungan satu manajemen pusat. Toko semacam ini cenderung
menawarkan harga yang lebih rendah
dan berusaha semakin tanggap
terhadap kebutuhan konsumen
Subsistem Jasa Pendukung.
Komponen-komponen dari subsistem ini meliputi antara lain jasa-jasa: penelitian
dan pengembangan (litbang) pendidikan dan pelatihan (diklat), jasa penyuluhan,
keuangan dan transportasi. Penyediaan berbagai jasa
ini diperlukan untuk membuat
sistem agribisnis tersebut lengkap dan bekerja baik. Di Indonesia pemerintah
memiliki jasa-jasa yang disebutkan tersebut sehingga pemerintah dapat berfungsi
dan bertindak sebagai koordinator system. Kegiatan litbang menghasilkan output
berupa rakitan teknologi pertanian benih/bibit unggul, masukan kebijakan dan
sebagainya yang diperlukan oleh para pelaku agribisnis.
Agribisnis Sebagai Bidang Usaha
Selanjutnya agribisnis juga
dapat dipandang sebagai suatu bidang usaha (perusahaan). Perusahaan agribisnis
adalah suatu institusi atau organisasi bisnis yang berusaha di dalam salah satu
subsistem, beberapa subsistem atau secara terpadu total di dalam sistem
agribisnis yang dikelola dengan keterampilan manajerial yang baik untuk meraih
keuntungan, materiil maupun moril Menurut Waspada,I.(2004) pada dasarnya ide dan peluang dapat tumbuh di mana saja,
kapan saja oleh siapa saja. Semakin banyak ide yang muncul semakin kreatif
manusia meraih peluang. Semakin luas peluang semakin banyak pelaku usaha dapat
meraih keberhasilan. Peluang suatu bisnis dapat berasal dari:Ilham,Proses belajar: diskusi ,Proses berlatih,Pengalaman,Keterpaksaan dan kondisi krisis yang menekan,,
Beberapa contoh:
1. Perusahaan dalam satu
subsistem
- Pabrik pupuk :(PT Pupuk Sriwijaya),
- Alsintan (PT United Tractor)
- Petani kacang-kacangan yang bermitra dengan PT Kacang Garuda
- Pabrik rokok (PT Gudang Garam),
- Pabrik susu (PT Sari Husada)
- Eksportir gaplek,
- Koperasi
pemasaran,
- Pialang komoditas
2. Perusahaan dalam dua subsistem
atau lebih
Perkebunan lengkap dengan pabriknya (PTP Nusantara)
untuk teh, karet dan kelapa sawit. Peternakan ayam pedaging, lengkap dengan
pabrik pakan dan rumah pemotongan ayamnya.
3. Perusahaan terpadu (integrasi
vertikal)
Kebun nenas, pabrik pengalengan nenas, dan eksportir
nenas kalengan
- Kebun tanaman obat, pabrik jamu, outlet-outlet tempat
penjualan jamu milik perusahaan.
Lingkungan Agribisnis
Keberhasilan Agribisnis sebagai suatu system sangat
dipengaruhi oleh keberadaan dan keadaan komponen-komponen yang ada dalam sistem
agribisnis tersebut dan factor-faktor lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu
sebelum melakukan usaha Agribisnis langkah pertama yang harus dilakukan oleh
pelaku Agribisnis adalah mengidentifikasi faktor- faktor apa yang kemungkinan
dapat mempengaruhi keberhasilan usaha Agribisnis yang akan dikembangkan pada
suatu wilayah tertentu.
Lingkungan
agribisnis digolongkan menjadi dua yaitu :
a. Lingkungan internal yang meliputi faktor organisasi dan
manajemen, faktor pemasaran, faktor teknik dan faktor keuangan.
b. Lingkungan eksternal meliputi politik, ekonomi, sosial
budaya, teknologi dan demografi
Peluang Usaha Berdasarkan
Perencanaan Agribisnis Yang Telah
Disususun
Peluang
usaha Agribisnis bisa juga didapatkan dari perencanaan dalam agribisnis. Seperti peluang usaha dalam
penyedian jasa keuangan,
pemasaran, produksi, persediaan, dan lain-lain.
Badan
Pendidikan dan Latihan Pertanian, Departemen Pertanian (1993) “ perencanaan
agribisnis adalah usaha sistematis untuk mencari alternatif-alternatif baru
disertai dengan penghitungan konsekuensi finansial terhadap hasil dan
biayanya“. Beberapa hal yang penting yang dapat dijadikan sebagai
dasar peluang usaha agribisnis yang dapat diketahui dari perencanaan usaha.
Contohnya adalah sebagai
berikut.
1)
Varietas yang akan ditanam, sehubungan dengan produktivitas dan ketahanannya
terhadap hama penyakit.
2)
Kapan tanam dan kapan panen sehubungan dengan penyediaan irigasi.
3)
Pupuk apa, berapa, dan kapan digunakan sehubungan dengan penyediaan pupuk agar
petani tidak
Dalam mencermati peluang usaha kita tidak boleh lepas
dari apa yang menjadi sasaran agribisnis yang akan dikembangkan. Sasaran agribisnis mencakup:
- Penguasaan
pasar
- Bagaimana kedudukan kita terhadap pesaing
- Pertumbuhan dan perkembangan
- Berapa dan bagaimana cepatnya pertumbuhan yang seharusnya
- Profitabilitias
- Apa jenis usaha dan berapa jumlah kemungkinan mendapatkan untung
- Hubungan dan prestasi kerja karyawan
- Imbalan dan bagian penghasilan apa yang akan diberikan pada karyawan, dan apa yang mereka harapkan
- Hubungan dengan dan hasil dengan penanam modal
- Seberapa besar bagian pendapatan yang akan diberikan pada para investor
- Tanggung jawab dan hubungan kemasyarakatan
- Jenis bisnis apa yang dikehendaki masyarakat untuk dikelola oleh perusahaan
- Sumber daya fisik
- Peralatan, perkakas, dan hal-hal apa saja yang dibutuhkan perusahaan
- Produk dan inovasi
- Apa saja yang diutamakan dalam produk baru serta penelitian.
- Bagaimana kedudukan kita terhadap pesaing
- Pertumbuhan dan perkembangan
- Berapa dan bagaimana cepatnya pertumbuhan yang seharusnya
- Profitabilitias
- Apa jenis usaha dan berapa jumlah kemungkinan mendapatkan untung
- Hubungan dan prestasi kerja karyawan
- Imbalan dan bagian penghasilan apa yang akan diberikan pada karyawan, dan apa yang mereka harapkan
- Hubungan dengan dan hasil dengan penanam modal
- Seberapa besar bagian pendapatan yang akan diberikan pada para investor
- Tanggung jawab dan hubungan kemasyarakatan
- Jenis bisnis apa yang dikehendaki masyarakat untuk dikelola oleh perusahaan
- Sumber daya fisik
- Peralatan, perkakas, dan hal-hal apa saja yang dibutuhkan perusahaan
- Produk dan inovasi
- Apa saja yang diutamakan dalam produk baru serta penelitian.
Mencari peluang usaha agribisnis dapat dilakukan pada tahap awal pengusaha memulai usaha agribisnis yang meliputi 3 tahapan yaitu :
a. Mencari alternatif-alternatif, yaitu suatu usaha
untuk menentukan alternatif-alternatif usaha atau kegiatan yang dapat dilakukan
dalam mengembangkan agribisnis. penentuan
kemungkinan-kemungkinan usaha ini dilakukan, dialami, dan ditemukan sendiri
oleh pengusaha
b. Menghitung rendabilitas dan melakukan analisis
saldo usaha, yaitu kegiatan pencatatan data agribisnis atau pembukuan
agribisnis sehingga pengusaha
dapat menghitung biaya dan hasil,
serta dapat menganalisa saldo usaha dari alternatif-alternatif yang ditemukan.
c. Membandingkan situasi baru dengan situasi saat
ini. Tahap ini dilakukan dalam usaha menentukan pilihan dari alternatif yang
memberikan harapan kenaikan pendapatan dan keuntungan usaha yang paling tinggi.
Alternatif itulah yang diberikan prioritas pertama untuk diterapkan
Langkah-langkah
kegiatan menenntukan
peluang usaha agribisnis terdiri dari:
a. Identifikasi kebutuhan pasar
b. Identifikasi kebutuhan industri hilir
c. Identifikasi jaringan ketersediaan agro input
d. Identifikasi jaringan ketersediaan modal usaha
e. Identifiksasi berbagai pola usahatani yang memiliki keunggulan komparatif komoditi
f. identifikasi kebutuhan modal
g. Identifikasi kebutuhan tenaga kerja
1. Identifikasi Kebutuhan Pasar
a. Identifikasi kebutuhan pasar
b. Identifikasi kebutuhan industri hilir
c. Identifikasi jaringan ketersediaan agro input
d. Identifikasi jaringan ketersediaan modal usaha
e. Identifiksasi berbagai pola usahatani yang memiliki keunggulan komparatif komoditi
f. identifikasi kebutuhan modal
g. Identifikasi kebutuhan tenaga kerja
1. Identifikasi Kebutuhan Pasar
Peluang usaha berdasarkan informasi pasar
Informasi pasar untuk menentukan
peluang usaha agribisnis apa yang akan anda lakukan adalah :
- Komoditas apa yang diminta pasar
- Berapa jumlahnya yang diminta
- Bagaimana kualitas yang diminta
- Dimana komoditi tersebut dikonsumsi
- Berapakah harga per satuan yang akan diperoleh
- Apakah harga tersebut sudah layak
Sumber iformasi pasar diperoleh dari grosir, penjaja/ warung kecil, konsumen akhir dan lembaga keuangan, baik pemerintah atau swasta (bank, dan lain-lain)
- Komoditas apa yang diminta pasar
- Berapa jumlahnya yang diminta
- Bagaimana kualitas yang diminta
- Dimana komoditi tersebut dikonsumsi
- Berapakah harga per satuan yang akan diperoleh
- Apakah harga tersebut sudah layak
Sumber iformasi pasar diperoleh dari grosir, penjaja/ warung kecil, konsumen akhir dan lembaga keuangan, baik pemerintah atau swasta (bank, dan lain-lain)
Peluang usaha agribisnis pada Industri Hilir
Industri hilir adalah kegiatan agroindustri yang merupakan salah satu sub sistem atau mata rantai agribisnis. Agroindustri bertujuan untuk meraih nilai tambah dan diversifikasi vertikal untuk tambahan kegiatan atau rlakuan komoditi setelah panen Bentuk kegiatan agroindustri dapat berupa penyimpanan, pengeringan, pengolahan dan pengangkutan (transportasi)Implementasi agroindustri di pedesaan merupakan pilihan yang tepat karena :
- mendekatkan produsen primer dengan industri, sehingga dapat meminimalkan biaya transportasi
- menciptakan peluang dan kesempatan kerja baru di pedesaan
- membentuk dan mendorong timbulnya nilai baru dalam keseluruhan rangkaian proses agribisnis
- memberikan nilai tambah pada produk primer
- mendorong proses komersialisasi agribisnis di pedesaan
Peluang Usaha Agribisnis pada ketersediaan jaringan agroinput
Berbagai lembaga penyedia agroinput bisa berupa produsen bibit, pupuk, pestisida, dan alsintan beserta grosir dan pengecernya, seperti KUD, Kios, dan sebagainya.
Informasi jaringan ketersediaan agroinput yang perlu dikumpulkan untuk bahan menentukan peluang agribisnis adalah :
- Jenis lembaga penyedia (industri hulu)
- Mutu
- Jumlah/ volume
- Harga
- Waktu ketersediaan
Peluang Usaha Agribisnis pada ketersediaan modal usaha
Informasi jaringan ketersediaan modal usaha yang perlu dikumpul-kan untuk bahan merencanakan agribisnis adalah :
- Cara mendapatkan uang tunai
- Pihak yang meminjamkan uang untuk modal usaha
- Cara pengambilan pinjaman dan besarnya bunga
Peluang usaha dapat juga diketahui dari cara pengusaha
menetapkan pola usahatani yang
memiliki unggulan komparatif komoditi. Penyusunan pola usahatani yang
memiliki keunggulan komparatif komoditidilakukan setelah memperhitungkan faktor
kebutuhan pasar, kebutuhan agroindustri, ketersediaan agroinput, dan
ketersediaan modal. Disamping
itu perlu diperhatikan tiga tahapan perencanaan agribisnis dan tiga titik tolak
perencanaan agribisnis
yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk mendapatkan peluang usaha.
Peluang usaha penyediaan modal
Modal Agribisnis mencakup keseluruhan sarana produksi yang habis pakai, alat produksi tahan lama, dan tanah yang dikuasai. Kebutuhan modal usaha dalam jangka waktu yang berbeda-beda adalah :
- Kebutuhan modal permanen untuk tanah, alat produksi tahan lama, dan habis pakai yang permanen
- Kebutuhan modal jangka panjang (10 tahun) untuk bangunan, dan tanaman tahunan yang berumur panjang
- Kebutuhan modal jangka sedang (1 – 10 tahun) untuk alat, ternak dan tanaman keras yang berumur kurang dari 10 tahun
- Kebutuhan modal jangka pendek ( sampai 1 tahun) untuk tanaman semusim, ikan dan sarana produksi
Modal Agribisnis mencakup keseluruhan sarana produksi yang habis pakai, alat produksi tahan lama, dan tanah yang dikuasai. Kebutuhan modal usaha dalam jangka waktu yang berbeda-beda adalah :
- Kebutuhan modal permanen untuk tanah, alat produksi tahan lama, dan habis pakai yang permanen
- Kebutuhan modal jangka panjang (10 tahun) untuk bangunan, dan tanaman tahunan yang berumur panjang
- Kebutuhan modal jangka sedang (1 – 10 tahun) untuk alat, ternak dan tanaman keras yang berumur kurang dari 10 tahun
- Kebutuhan modal jangka pendek ( sampai 1 tahun) untuk tanaman semusim, ikan dan sarana produksi
Peluang usaha penyediaan Tenaga
Kerja
Peluang penyediaan tenaga
kerja dapat diketahui dengan membagikan kebutuhan tenaga kerja per bulan dengan
tersedianya tenaga kerja keluargaatau ketersediaan tenaga kerja saat ini.
Sering terjadi pada usaha tani dimana terdapatnya pengangguran tersamar yaitu
apabila penyediaan tenaga kerja keluarga tani lebih besar
Itulah sedikit ilmu yang bisa saya share
keteman-teman dalam meghadapi perkembangan era MEA semoga nantinya bermanfaat
dan dan jangan bosan- bosannya berkunjung ke blog saya ( musbihin8888.blogspot.co.id
) karna saya akan memberikan ilmu secara berkala saya yang insyaallah bermanfaat bagi teman
teman (“_”)
Salam sukses buat kita semua
(“_”)...(“_”)
